Pemutih Wajah Perlukah?

FOTOMembicarakan tentang pemutih wajah memang tak akan pernah ada habisnya. Topik ini memang cukup menarik bagi wanita Indonesia.

Lihat saja, ada begitu banyak iklan produk pemutih wajah di televisi, masing-masing mengklaim produknya sanggup memutihkan kulit dalam waktu hitungan minggu.

Memang tampilan iklan tersebut sangat menggoda, dengan model cantik dan kulit halus mulus. Tapi bagaimana semestinya kita menyikapi pemutih wajah?

Pendeknya, warna kulit kita sudah ditakdirkan. Mayoritas wanita Indonesia tergolong ke dalam ras Melayu yang warna kulitnya cenderung coklat. Bagi wanita berketurunan Tinghoa tentu warna kulitnya lebih terang. Perlu diketahui, perbedaan warna kulit tidak ditentukan oleh ras, tetapi oleh melanin.

Melanin inilah yang menentukan pigmen atau warna kulit, dan setiap ras memiliki kecenderungan untuk memiliki satu tone warna kulit. Perbedaan mendasar ini saja sudah menjadi titik tolak bagaimana semestinya wanita merawat kulit, terutama kulit wajah.

Pada dasarnya, yang dilakukan produk pemutih wajah adalah mengembalikan warna kulit ke tone dasar. Misalnya terjadi penggelapan atau pigmentasi karena paparan sinar matahari yang berlebihan, atau disebabkan oleh perubahan hormon pada waktu hamil. Pemutih kulit wajah bekerja menghilangkan efek penggelapan tersebut.

Ada berbagai macam produk pemutih wajah, masing-masing dengan iklan yang cukup menggiurkan bagi wanita. Memang, wajar bila wanita senantiasa ingin tampil cantik dan mempesona. Tak pelak lagi, kadang wanita juga yang dengan sukarela-nya mengorbankan dirinya sendiri karena termakan iklan.

Begitu membanjirnya produk pemutih di pasaran, kadang wanita tidak terlalu mempedulikan kandungan setiap produk, apalagi meluangkan waktu untuk melihat dan mencari tahu zat kimia apa yang aman untuk kulitnya. Memang BPOM bertugas mengontrol beredarnya produk perawatan kulit dan kosmetik yang aman, tapi masih juga banyak pemutih wajah yang dijual murah dengan kandungan berbahaya, dan masih juga dibeli.

Secara teknis, pemutih wajah bekerja dengan mengiritasi atau mengelupas bagian kulit terluar. Zat-zat kimiawi berbahaya seperti mercury atau hydroquinone biasanya menjadi zat aktif yang “memutihkan” kulit.

Parahnya, mercury bisa terserap kulit dan mengalir di dalam darah hingga bisa merusak hati dan ginjal, menyebabkan kanker, dan penyakit lainnya. Bahkan produk pemutih wajah yang diklaim alami atau organic juga masih mungkin memiliki kandungan zat-zat berbahaya.

Karena bagaimanapun juga, produk pemutih wajah apapun tidak akan mampu membuat wanita Melayu tampak “seputih” wanita Kaukasia. Bahkan bisa saja yang dihasilkan justru wajah putih yang cenderung pucat.

Wanita Indonesia harus lebih cerdas memilih produk perawatan kulit wajah. Seandainya pemutih wajah memang diperlukan untuk mengurangi efek pigmentasi kulit karena paparan matahari atau kehamilan, pastikan tidak ada zat kimia berbahaya dalam produk tersebut.

Terlebih lagi, jangan pernah memutihkan kulit wajah secara berlebihan hingga yang diperoleh bukannya kulit yang cerah dan bersih, melainkan justru kulit yang memucat. Produk pemutih wajah dengan kualitas rendah atau berbahaya justru bisa merusak wajah dan
menyebabkan pigmentasi jauh lebih parah. Berhati-hatilah (IK)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Office:

Jl. Mangkuyudan 43 Yogyakarta

LAGU

divine-music.info
%d blogger menyukai ini: